Vida sahabatku. Belum lama. Beberapa bulan lalu kami dipertemukan lewat acara perekrutan organisasi mahasiswa di kampus. Memang kami satu jurusan tapi tak begitu mengenal satu sama lain. Entah takdir atau apa, kami bertemu di organisasi mahasiswa yang sama. Sejak itu hubungan kami lebih erat.
Cewek supel, penuh perhatian dan cerewet itu langsung ngena' di hatiku. Langsung cocok gitu aja. Karena kami mengambil kelas yang sama, semakin banyak waktu kita habiskan berdua. Duuk berdua, makan berdua, ngerjain tugas berdua apapun selalu kami lakukan berdua. Aku dan Vida memang tidak mirip, tapi orang-orang memanggil kami Si Kembar.
Tapi itu dulu. Beberapa bulan lalu sebelum Vida dekat dengan Rojak. Teman satu jurusan kami yang akhirnya berhasil merebut hati Vida. Baru dua minggu mereka meresmikan hubungannya. Dan sudah dua minggu aku jauh dari Vida. Seperti dua kutub yang tak pernah bertemu.
Dulu, selalu ada Vida disampingku. Tapi itu dulu, sekarang Vina disamping Rojak.
Sebagai sahabat seharusnya aku senang sahabatku telah menemukan tambatan hatinya. Tapi sebagai sahabat pula akulah yang paling cemburu pada Rojak. Rojak mendapat semua perhatian Vida. Semua, tanpa menyisakan sedikit untukku.
Aku tidak marah pada Rojak maupun Vida. Aku bahkan tak berhak marah. Aku hanya kecewa pada Vida, harusnya dia masih bisa menjadi sahabatku sekaligus pacar Rojak. Tapi sepertinya dia lebih milih menjadi pacar Rojak saja. Tak apa, aku berdoa semoga kalian langgeng sampai mati, sahabatku.
Biar kutemukan sahabat baruku, Vida.
This story bassed on trus story. Berdasarkan pengamatan gue.
Ngenes banget nggak sih kalo kita di posisinya 'aku'? Jangan sampe deh gue jadi kayak Vida atau pun jadi korban kayak 'aku'.

0 Komentar