Menampilkan postingan dari Mei, 2013Tunjukkan semua

1. Terima kasih sudah memilih dia sebagai istrimu, ibuku. 2. Terima kasih atas perjalan jauh ke Sumatera dan lingkungan bersahabat yang kau pilih untukku. 3. Terima kasih atas semua pangkuan, dekapan, pelukan dan kecupan saat aku masih bayi. 4. Terima kasih tumpang…

Next

Bintang gemerlap di langit malam ini. Bertabur bagai pasir dibibir pantai. Bercahaya bagai pijar lampu yang tak mungkin padam. Nita duduk termenung di bangku taman. Sudah sebulan rutin ia lakukan. Ia hanya duduk. Melawan dinginnya malam yang menggigit. Hanya duduk da…

Next

Raras duduk di samping Bayu. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang. Kelas enam SD Budi Luhur baru saja dibubarkan. Mereka sedang menunggu jemputan. Mereka tidak berdua. Anak-anak lain duduk berjejalan di bangku depan sekolah, tempat biasa mereka menunggu jemputan. Y…

Next

Aku bukan fetus yang berenang dalam placenta. Tidak ada batas gerik, endometrium. Belenggu tali pusat sudah lama lepas dari tubuhku. Aku makan apapun bukan darah ibuku. Berjalan, melihat, mendengar dan tidur sempurna tanpa cacat. Tapi aku ingin bebas. Aku bukan seor…

Next

Aku lupa sudah berapa lama aku disini. Berbaring dengan mata terpejam. Mungkin sudah sehari, mungkin seminggu, mungkin seabad.  Entahlah aku tak punya ide tentang itu  Sudah kubilang mataku terpejam. Namun sebenarnya aku tak sepenuhnya tertidur. Aku juga heran kenapa…

Next
TIARA DI BALIK KACA

Masih tertata rapi di dalam lemari kaca di ruang tamu. Sebuah mahkota kecil berhias permata. Seketika ingatanku terlempar belasan tahun melintasi waktu. *** Aku mematut-matut diri di depan cermin. Kuperhatikan tubuh mungilku berbalut gaun biru muda. Ya hari ini adal…

Next

Aku masih terpana memandang punggung perempuan itu menjauh hingga menghilang di seberang jalanan yang gelap. Sepersekian detik berikutnya baru aku sadar ada sesuatu yang ditinggalkan perempuan itu di atas meja. Selain cangkir kopi yang telah ludes. Sebuah ponsel. Kur…

Next