ASI Eksklusif untuk Bayi, Yes! (tugas kwn)

Kasus
Banyak sekali kasus pelanggaran HAM yang terjadi muka Bumi ini. Bahkan sejak jaman nabi Adam. Yakni pelanggaran terhadap hak individu untuk hidup. Saat terjadi pembunuhan pertama yang dilakukan oleh Qabil yang membunuh Habil.
Namun demikian tidak serta merta menyerukan pembelaan terhadap Habil lalu menuntut keadilan ke pengadilan HAM. Wajar saja karena memang kala itu penduduk Bumi hanya beberapa orang saja.
Mengenai HAM baru ramai dibicarakan berabad-abad kemudian dan selalu eksis hingga kini. Dalam UUD 1945 saja ada bab khusus yang mengatur mengenai HAM. Yakni tercakup dalam pasal 28A sampai dengan 28J.
Dari sedemikian pelanggaran HAM yang dilaporkan kepada pengadilan HAM, mayoritas merupakan pelangaran HAM berat. Sejauh ini belum pernah ada yang melaporkan kasus pelanggaran HAM terhadap bayi terkait pemberian asi eksklusif. Ya dewasa ini para bayi banyak sekali yang tidak bisa mendapatkan asi eksklusif dikarenakan ibu sang bayi merupakan wanita pekerja. Bekerja dari pagi hingga malam. Bayi pun kadang hanya dititip di tempat penitipan bayi. Lalu bagaimana dengan pemberian asi eksklusif terhadap bayi?
Memang kita sadari pemberian asi eksklusif untuk bayi baru lahir hingga berumur sekian bulan sangat penting untuk menunjang pertumbuhan baik fisik maupun otak sang bayi. Namun kepentingan ibu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan mencari nafkah juga tidak dapat ditunda. Lebih-lebih bagi ibu single parent. Lalu bagaimana baiknya?
Solusi
Tidak banyak solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi kasus diatas. Tentu karena masih sangat jarang orang yang membawa kasus ini ke pengadilan. Nampaknya pun memang tidak perlu hingga membawanya ke pengadilan. Namun penulis yakin bila bayi dapat memperjuangkan suaranya sendiri, bayi akan protes.
Memang sudah marak yang membicarakan masalah pemberian asi eksklusif terhadap bayi namun tidak menggolongkannya terhadap kasus pelanggaran HAM. Hanya memberikan masukan-masukan agar sebaiknya para ibu memperhatikan kebutuhan anak mereka terhadap asi eksklusif.
Tidak pula ada undang-udang yang secara khusus dibuat mengenai masalah ini. Dengan demikian tidak tepat menyelesaikan permasalahan ini ke pengadilan atau dengan undang-undang.
Salah satu cara adalah meyakinkan para ibu akan betapa pentingnya memberikan asi eksklusif terhadap bayi mereka. Hal tersebut atau pemberian asi tersebut pun dilakukan demi kepentingan bayi. Selain untuk bayi memberikan asi eksklusif juga tentu menguntunglan ibu pada beberapa kondisi.
Setelah mengerti akan betapa pentingnya memberikan asi ekskluaif terhadap bayi, sangat diharapkan agar para ibu sesibuk apapun mereka agar tetap memberikan asi elsklusif terhadap bayi mereka secara teratur. Karena persoalan seperti ini dapat mengganggu stabilitas bangsa. Bayi adalah generasi mendatang generasi penerus. Akan jadi apa bangsa ini bila anak-anak tumbuh dengan kualitas minim karena kekurangan asi?
Demikianlah beberapa uraian sangat singkat mengenai kasus pelanggran HAM yang dapat penulis paparkan. Terima kasih.

Komentar