Untuk Georg, Putra Jan Olav

untuk georg,
hai, georg, aku sudah membaca gadis jeruk sampai halaman 115. tepat ketika kau merasa harus ke kamar kecil karena terlalu banyak meminum coke. lalu kau merutuki diri sendiri karena kecerobohanmu itu.
kau tahu, georg, seandainya aku berada di rumahmu saat itu aku pun akan bertindak seperti yang lain. menatapmu penuh tanda tanya bila perlu sampai membuatmu merasa bahwa mataku ini adalah pisau yang siap kapan saja mengulitimu. beruntunglah kau, aku tak berada disana kala itu. aku berada disini, sedang membaca bukumu lembar demi lembar. dan juga bersamamu membaca surat ayahmu. dibandingkan dengan ibumu, jørgen, kakekmu dan nenekmu aku berkali lipat lebih beruntung tentang hal ini.
georg, apakah kau sudah menemukan titik temu teka-teki gadis jeruk itu? berapa petunjuk yang telah kau miliki? kenapa kau tak kunjung menuliskannya?
aku bukanlah seorang detektif, georg, aku tak pandai menebak teka-teki. tapi entah mengapa kupikir gadis jeruk itu ibumu, georg. aku tahu tebakan ku ini terlalu tergesa-gesa dan sangat mungkin salah besar. sekali lagi itu karena aku bukanlah seorang detektif atau mahasiswa kedokteran seperti ayahmu.
dan, georg, apakah memang benar kebanyakan mahasiswa kedokteran memiliki hobi mendiagnosa? mengapa ayahmu punya banyak sekali pilihan kemungkinan mengenai gadis jeruk. well, georg, aku bukan mahasiswa kedokteran tapi aku lumayan sering membuat diagnosa-diagnosa mengenai beberapa permasalahan kecil dan besar dalam hidupku. sebagian besar adalah hayalanku, georg. aku suka berkhayal.
berapa kali ayahmu bertemu si gadis jeruk, georg? empat kali. dan malam natal itu georg. ayahmu sungguh pemberani mengatakan, "kurasa aku jatuh cinta kepadamu!", kepada seorang yang tak dikenal dan mengenalnya.  gadis jeruk itu, jika memang dia gadis biasa kurasa dia akan berlari ketika ayahmu mengatakan hal itu. tapi dia nyatanya malah urung naik taksi. jelas dia bukan gadis biasa.
kurasa aku sekarang mulai memercayai diagnosa ayahmu,georg, bahwa gadis jeruk itu bukan salah satu diantara kita. bahwa sebenarnya dia berasal dari negeri dongeng dan dialah yang menemukan pintu masuk ke dunia kita.
ah masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan. masih ada 137 halaman tersisa. ayo, georg, cepatlah kembali ke kamarmu. cepatlah baca kembali surat ayahmu. aku yak sabar lagi ingin mengetahui siapa gerangan gadis jeruk itu.
salam,
nisa
ps: georg adalah putra dari seorang almarhum dokter bernama jan olav. ayahnya telah menuliskan surat kepada georg beberapa saat menjelang kematiannya. ada teka-teki mengenai gadis jeruk yang harus georg pecahkan.
dari buku jostein gaarder berjudul gadis jeruk. [recomended]

Komentar