PESAN CINA UNTUK KOPRAL

hai kamu yang mereka panggil dengan sebutan kopral. aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya. pun namamu aku tak tahu. mungkin rencana Tuhan mempertemukan  kita.
kita kubilang? mungkin lebih tepatnya mempertemukan mataku dengan sosokmu. tentu saja karena hanya aku yang melihatmu tanpa kamu pernah memandang balik padaku.
empat hari kebersamaan kita membuatku berani berkata bahwa aku mulai mengenalmu. setelah kalimat ini maafkan saja bila semua anggapanku tentangmu adalah salah. maafkan kesoktahuanku tentangmu. tapi inilah yang inderaku tangkap dari kamu.
hari pertama bersamamu. kamu manis. lesung pipimu saat kau tersenyum itu, kau tahu, aku bagaikan tersedot kedalamnya tiapkali kamu tersenyum. katakan padaku kopral bahwa kamu bukan pemilik black hole yang selama ini orang-orang bicarakan.
hari kedua bersamamu. aku menangkap  kekhawatiran terpancar dari matamu. perasaan hangat menyelimutiku. seandainya saat itu benar kamu sedang mengkhawatirkanku. akulah perempuan paling bahagia di dunia.
hari ketiga bersamamu. kata mereka kamu jatuh sakit. hati memaki sikapmu yang senang menunda-nunda makan. sungguh sedih hatiku merelakan diri untuk tidak melihatmu karena mereka mengistirahatkanmu hari ini. tapi akan lebih sedih mendapati kamu lemah di depan mataku. cepat sembuh kopral.
hari terakhir bersamamu. senang sekali melihat kamu lagi hari ini. hari ini hari terakhir kebersamaan kita mungkin iya mungkin juga tidak. tetaplah di dekatku. bahkan sedetik pun mataku tak akan melepaskanmu.
waktu subuh kamu solat tepat di depanku. satu hal yang kusadari kamu meletakkan kaki kananmu diatas kaki kirimu pada saat duduk iftirasyi. berbeda denganku yang melakukan sebaliknya. astaga kamu bikin solatku nggak khusyuk!
saat berbicara denganmu, aku sadar. ternyata kamu cadel ya kopral. kamu makin lucu.
saat-saat terakhir kulihat kamu duduk lemas berbalut jaket. kepalamu tertunduk dengan kedua tanganmj bersedekap di depan dada. mencoba memeluk diri sendiri. rupanya kamu belum sembuh kopral. remuk hatiku melihatmu sakit. maafkan aku yang hanya bisa memandangmu sedih dari kejauhan.
empat hari yang mungkin takkan terlupa kopral. terimakasih telah hadir dan mengahangatkan hatiku.
nb: hatiku makin remuk saat ada yang bilang kamu sudah memiliki kekasih. hatiku remuk kuadrat saat tahu bahwa gadis itu adalah temanku. tapi aku baik-baik saja kok kopral. semoga kamu bahagia bersamanya.
salam
bukan siapa-siapanya kamu

Komentar