halo zarah,
eh apa aku sebaiknya memanggilmu kak zarah? nggak usah deh zarah aja ya..
di mana kamu sekarang zarah? sudah ketemu firas, ayahmu? ah kenapa pula aku lupa. kau kan 'firas' itu sendiri.
zarah amala namamu. aku tak tau pasti dari bahasa apa yang jelas ibu suri bilang bahwa namamu memiliki arti partikel cinta. namamu sangat istimewa untukku sampai-sampai kujadikan password salah satu sosmedku. kau tak apa bukan? eh bagaimana jika nanti aku punya anak perempuan kunamai zarah amala?
zarah dari mana aku harus memulai? bagiku kau sangatlah sempurna. kecuali, benar katah abah hamid, akhlakmu.
kamu cantik. sangat cerdas. pemberani. dan fotografer wild life yang sangat oke. semuanya selalu menginspirasiku. setiap jengkalnya.
aku tak pernah lupa saat kamu berjam-jam menendap dalam lubang demi untuk memotret sang penguasa daratan afrika. aku juga tidak lupa bagaimana kamu dengan tangkas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ibumu ajukan terkait gambar anatomi berbagai jenis makhluk dan organ. bagaimana kau berhasil memperbaiki nilai rapor koso yang disleksik dan membuktikan kemenanganmu pada bu kartika. semuanya membuangku menganga.
zarah. ada dua hal yang sangat aku iri padamu. pertama, hampir seluruh penjuru dunia kau jejaki. kedua, kau punya mata ketiga itu zarah.
tentang portal yang berada di puncak bukit jambul itu, kurasa memang benar menghubungkan kita dengan dunia lain. dunia paralel. berjalan bersamaan dengan kita. hanya segala sesuatunya berbeda. dan firasatku ayahmu sudah pindah ke sana.
baiklah zarah sekian saja surat dariku. kuharap kau mau memberitahuku di mana sekarang kamu berada?

3 Komentar