Gelaran Kampung Buku Jogja 2017 (KBJ #3) merupakan yang ketiga kalinya sejak pertama kali dihelat pada Oktober 2015. Acara tersebut sudah tiga kali berturut-turut mengambil tempat di Foodpark Taman Kearifan Kawasan Lembah, UGM. Di selenggarakan oleh Komunitas Kampung Buku Jogja (KKBJ), KBJ #3 diikuti hingga 80 penerbit buku baik dari Jogja maupun luar Jogja. Peserta terdiri dari buku reguler seperti Buku Mojok, Diva Press, Toko Buku Diskon (kesayangan saya) Togamas, dan Yayasan Obor Indonesia, penerbit buku indie seperti EA Books, Indie Book Corner, Jual Buku Sastra, OAK, PolGov dan Radio Boekoe, dan peserta buku lawasan seperti Dodit Sulaksono/Toko Hitam (Malang/Jakarta), Bayu Nugrah (Yogyakarta), Bukulawas Menkmenk (Magelang) dan Lumbung Buku (Bandung).

Selain pameran buku, KBJ #3 juga menggelar beberapa acara tentunya masih berkaitan dengan buku seperti diskusi buku, temu komunitas, acara hiburan serta penyampaian hasil Musyawarah Buku. Beberapa pengisi acara yang pernah saya dengar namanya seperti Seno Gumira Ajidarma, Puthut EA, dan Afrizal Malna, serta sebagian besar baru pertama kali saya dengar, turut hadir memeriahkan KBJ #3. Acaranya sendiri terdiri dari talk show, pembacaan puisi, bincang buku, orasi, dan pertunjukkan musik. Sayang sekali karena satu dan lain hal saya baru bisa berkunjung di hari terakhir.


KBJ #3 menyoroti pentingnya menengok kembali pada dunia pustaka atau dunia buku pada situasi krisis literasi seperti sekarang. Di mana orang-orang menjadi mudah tersulut emosi atas kabar di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Masyarakat sekarang dinilai kurang kritis dalam berpikir dan tergesa-gesa dalam berindak. Hal ini, salah satunya dilandasi sikap masyaraat yang cepat sekali mengambil kesimpulan padahal belum mengerti betul mengenai suatu perkara. Budaya membaca yang sangat minim di masyarakat kita saat ini menjadi sebab utama. KBJ #3 mencoba menyambungkan masyarakat dengan dunia pustaka untuk mencapai masyarakat yang cerdas dan beradab.

Kira-kira begitulah sedikit sekali yang saya tahu mengenai KBJ  #3. Lets jump to the review!

Hari terakhir akhirnya saya berhasil mengunjungi  KBJ  #3, walau gerimis mengundang saya tetap kekeuh harus datang. Karena kalau tidak sekarang, kapan lagi? Siapa tahu tahun depan sudah tidk di Jogja.

Datang ke sini bersama seorang teman saya tidak memiliki tujuan untuk membeli buku, karena memang sedang tidak ada buku idaman yang ingin dibeli. Tapi toh saya tetap menyiapkan uang kalau-kalau memang ada buku bagus yang patut untuk diadopsi. Dan setelah menimbang-nimbang sekian kali pilihan saya jatuh pada buku Inilah Esai. Bukan genre buku yang selama ini sering saya baca. Buku ini adalah buku nonfiksi karya Muhidin M. Dahlan.

Meskipun ini bukan kali pertama saya mendengar nama Muhidin M. Dahlan, tetapi ini adalah kali pertama saya membaca buku yang ditulisnya. Seperti yang tertulis pada halaman sampulnya "Inilah Esai. Tangkas Menulis Bersama Para Pesohor" buku ini berisi kiat-kiat menuliskan esai. Sebenarnya hingga sekarang saya masih ragu dengan jenis tulisan yang satu ini, novel bukan, cerpen bukan, puisi juga bukan. Penulis mengatakan di mukadimah bahwasanya "Esai itu Gaya Menulis "Bukan-Bukan"". Dari sini saya mulai sedikit mengerti seperti apa esai itu.

Di dalam buku ini dimuat berbagai gaya penulisan esai oleh para esai ternama dulu hingga sekarang. Sebut saja Sukarno, Mohammad Hatta, Soe Hok Gie, Gus Dur, Emha Ainun Nadjib, Nurcholis Madjid, hingga Joko Widodo. Pembaca dituntun untuk menentukan cara epique untuk memulai dan mengunci esai, serta cara membuat judul. Mengutip lebih dari 100 esai, semua bagian di dalam buku disertai dengan contoh yang lugas. Jadi meskipun kita belum pernah membaca esai terkait sebelumnya, sama sekali tidak akan membuat bingung.

Banyak sekali nama penulis esai yang saya kenal tetapi belum pernah sekali pun saya baca tulisannya. Setelah membaca buku ini saya sadar kalau bacaan saya masih sangat minim. Kedepannya saya berharap saya bisa membaca esai-esai yang dikutip di dalam buku ini, syukur-syukur bisa menulis esai juga. 

0 Komentar