Mungkin kamu bertanya-tanya, di mana sih Kei Kecil itu? Kalau bukan karena Kuliah Kerja Nyata juga mungkin saya belum pernah ke Kei Kecil. Kei Kecil merupakan bagian dari gugus Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Terletak kira-kira di antara pulau Papua dan Australia, Kepulauan Kei terdiri dua pulau utama yakni Kei Kecil dan Kei Besar serta pulau-pulau kecil lainnya.

Tinggal selama dua bulan di Ohoi Letvuan bahkan sampai mendapat marga membuat saya merasa Kei Kecil adalah kampung halaman kedua bagi saya. Kata 'desa' di dalam Bahasa Kei disebut Ohoi. Ohoi Letvuan sendiri merupakan salah satu desa yang terletak 

"di sebelah barat pulau Kei Kecil,
tapi bukan terpencil
itu beta pu kampung"*

Jujur saja salah satu alasan saya memilih untuk KKN di Kei Kecil adalah supaya bisa liburan. Lalu tempat apa saja yang bisa kita kunjungi di Kei Kecil?

1. Magical Sunset di Hoat Sorbay


Hoat dalam Bahasa Kei berarti teluk, sementara Sorbay sendiri berarti Surabaya. Sebenarnya dulu orang Bali lah yang pertama berlabuh di Hoat Sorbay, namun karena warga lokal lebih mengenal Surabaya ketimbang Bali maka jadilah teluk tersebut diberi nama Hoat Sorbay.

Keindahan matahari tenggelam di Hoat Sorbay ini tidak dapat disangkal lagi. Saya bahkan bisa menyaksikannya hampir setiap hari selama dua bulan KKN di Ohoi Letvuan. Berikut beberapa yang berhasil saya abadikan.


Pantulan mega merah di air laut Hoat Sorbay yang tenang kalau dilihat-lihat seperti aurora ya!


Kalau sunsetnya seperti ini, matahari terasa begitu dekat.


Sunset di Hoat Sorbay selalu terasa hangat. 

2. Segarnya Mandi Siang Bolong di Goa Hawang


Goa Hawang memiliki legenda yang diceritakan secara turun temurun. Di dalam goa ini terdapat batu besar seukuran manusia dan beberapa batu berukuran kecil. Menurut warga setempat batu yang besar adalah seorang pemburu yang dikutuk. Ia berkata kotor karena marah setelah meminum air goa yang sangat pahit saat itu. Sementara batu-batu yang lebih kecil adalah anjing-anjingnya.


Goa Hawang berjarak hanya lima menit jalan kaki dari tempat tinggal saya selama KKN di Ohoi Letvuan. Air berwarna biru turquoise yang sangat jernih membuat batu-batu kecil di dasar goa tampak dengan jelas. Sangat direkomendasikan mandi di Goa Hwang siang hari bolong ketika cuaca panas, karena selain menyegarkan letaknya yang berada di dalam goa menghindarkan kita dari terik matahari yang membakar kulit. Jadi nggak usah khawatir kulit jadi gosong ya!

3. One Day Trip to Ngurtavur


Pantai Ngurtavur memiliki gundukan pasir (gusung) dengan lebar 7 m dan panjang 2 km yang menjulur ke tengah laut. Jika dilihat dari udara gusung yang panjang tersebut terlihat seperti ular, maka demikianlah pantai ini kemudian dijuluki Pantai Ular. Ketika laut sedang surut kita bisa menyusuri gusung tersebut hingga ke ujung.


Untuk bisa berwisata ke Ngurtavur kita harus didampingi oleh warga lokal dan terlebih dahulu meminta izin kepada pemangku adat. Perjalanan dari Ohoi Letvuan ke Ngurtavur memakan waktu beberapa jam menggunakan speed boat. Sebaiknya menghindari cuaca buruk atau ombak yang besar. Menurut warga setempat waktu terbaik untuk berkunjung ke Ngurtavur adalah bulan Oktober, yakni ketika laut sedang tenang.


Kalau mau jalan-jalan ke sini pastikan pakai sunblock yang tebal ya. Sengatan matahari yang gahar bisa-bisa membuat kulitmu seperti udang rebus sepulang dari Ngurtavur.

4. Pasir Sehalus dan Seputih Tepung di Pantai Sarnadan


Pantai Sarnadan merupakan salah satu pantai terbaik yang saya kunjungi di Kei Kecil. Yang sangat menakjubkan dari pantai ini adalah pasirnya yang sangat lembut, bahkan susah membedakannya dengan tepung. Saya sempat membawa pulang satu botol pasir dari pantai Sarnadan, dan teman saya salah mengira pasir tersebut sebagai deterjen karena warnanya yang sangat putih. Tapi hati-hati ya kalau bermain pasir di sini, ukurannya yang sangat kecil itu menyakitkan sekali kalau sampai masuk mata atau sela-sela kuku loh. 

5. Pulau Bair, "Raja Ampat"-nya Kei Kecil


Siapa bilang Raja Ampat hanya ada di Papua? Kei Kecil memiliki "Raja Ampat"-nya sendiri, yakni Pulau Bair. Air laut berwarna biru kehijauan yang jernih tampak berpadu indah dengan tebing-tebing yang ditumbuhi pohon mangrove. Melompat dari sisi tebing dan berenang di air laut yang transparan memiliki kekuatan tersendiri untuk mengobati rasa lelah lahir dan batin. 


Untuk mencapai Pulau Bair diperlukan waktu sekitar satu jam dengan menggunakan speed boat dari Dullah darat, kota Tual. Dalam perjalanan menuju pulau Bair pun kita dapat menikmati jajaran pulau-pulau kecil yang tak kalah indah.

6. Luasnya "Padang Pasir" Pantai Ohordertavvun Ketika Meti


Pantai Ohoidertavvun ini adalah pantai paling luas yang pernah saya kunjungi. Ketika surut (meti) maka akan terhampar padang pasir yang luasnya berkali-kali lipat lapangan sepak bola. Oh iya, menurut penuturan tim KKN yang mengabdi di Ohoidertavvun mereka mengadakan upacara di pantai ini loh. 


Kalau berkunjung ke sini wajib membawa pakaian ganti. Karena sekuat apapun tekad kalian untuk tidak mandi, semua akan terpatahkan ketika air mulai pasang.

Kapan Waktu Terbaik untuk Liburan ke Kei Kecil?

Berkunjung ke Kei Kecil berarti bermain dengan laut. Untuk itu waktu terbaik untuk berlibur ke Kei Kecil adalah ketika laut sedang tenang dan ombak tidak ganas, yakni pada bulan April-Mei dan Oktober-Desember. Jika beruntung kamu juga bisa bertemu dengan burung Pelikan yang tengah bermigrasi dari Australia kira-kira pada bulan Mei. 

Bagaimana Cara Menuju Kei Kecil? 

Nah setelah melihat keindahan surgawi di Kei Kecil pastilah kamu bertanya-tanya, gimana sih kalau saya mau ke Kei Kecil? Meski dikenal sebagai pulau kecil, Kei Kecil dianggap sebagai pusat utama. Di sinilah bandara, pelabuhan, dan kota utama Tual berada. Ini adalah satu-satunya pintu gerbang ke pulau-pulau lain di Kei.

Ada banyak cara untuk pergi berlibur ke pulau Kei Kecil. Kamu bisa menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Langgur dengan estimasi harga tiket hingga enam juta lebih. Tergantung maskapai apa yang kamu pilih dan hari apa kamu pergi. Adapun rute perjalanannya yakni Jakarta-Ambon kemudian Ambon-Langgur dengan maksimal waktu tempuh 9 setengah jam.

Nah kalau kamu ingin akomodasi yang murah meriah, bisa naik KM Tidar dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Tual, Kei Kecil. Dengan cara ini kamu hanya perlu merogoh kocek satu jutaan saja. Tetapi cara ini kurang praktis dan membutuhkan waktu yang panjang yakni empat hingga lima hari perjalanan. Untuk kamu yang memang suka berpetualang dan memiliki banyak waktu cara ini bisa dicoba loh! 

Untuk mendapatkan harga termurah dengan perjalanan ternyaman kamu bisa memadukan berbagai alat transportasi dan menemukan harga termurah. Karena saya ke sini serombongan dengan teman KKN, kami menyewa bus dari Jogja sampai Surabaya. Kemudian menggunakan pesawat termurah untuk sampai ke Ambon. Dari Ambon kami melanjutkan naik KM Tidar sampai ke pelabuhan Tual. Dengan cara ini kami menghabiskan waktu dua hari tiga malam dengan biaya nggak sampai dua juta.


*lirik lagu Letvuan Paradise

#GramediaHolidaySeason

Mengapresiasi diri dengan liburan memang cara yang asyik
Tulisan ini diikutkan dalam Gramedia Blog Competition

15 Komentar

  1. The wonderful Kei!!! Nice story, Nis!!
    Ya Tuhan, jadi kangen jalan-jalan di perpantaian.

    Btw, jadi Tual itu di Kei to. Aku pernah wawancara kerja ditanya: mau gak ditempatin di Tual? Hahahaha. Baru tau, Tual di Kei sekarang wkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di Kei, kamu terima nggak? Pan asyik kalo tiap weekend bisa jenjalan menyusuri indahnya pantai-pantai di Kei. heuheuheu

      Hapus
    2. Aku sih sebenernya terima-terima aja, Nis. Hanya saja, akunya gak keterima HAHAHAHA. Gak papa....semangat wkwkw.

      Hapus
    3. btw, nis....banner Blogger Perempuan-nya nice sekali!! :D
      Ku jadi ingin join juga hihihi

      Hapus
    4. ahhh. itu.. ahaha masih ada to? kirain udah gak ada. sebenernya aku belum gabung. cuma kmren persyaratan gabung mesti pasang itu to. trus kayaknya aku masih belum memenuhi persyaratan untuk gabung. jadi itu hanya sekedar banner yang gak bisa dipertanggungjawabkan :'(

      Hapus
  2. Sunsetnyaaaa keren bangett petcahhh

    BalasHapus
  3. Kei memang menggoda bagi para pejalan. Pulau tersebut menjadi salah atu destinasi yang ingin dikunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepaat. setelah ke sana jadi pingin ke sana lagi ke sana terus. tapi belum kesampaian hehehe.

      Hapus
  4. wah cantik banget pemandangannya, terutama kalau lihat pantainya dari atas seperti itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya recomended banget tempatnya. kalau ada waktu dan rezeki, cobain deh. :)

      Hapus
  5. Orang-orang memang berbondong pengen ke Raja Ampat, tapi buat saya pribadi malah Pulau Kei yang menarik hati.
    Makasih mbak cerita Kei-nya! Suka banget, bisa jadi panduan buat ke sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena raja ampat udah terlanjur terkenal ya mbak.. hmm sama-sama yaa :)) semoga bisa ke sana secepatnya.

      Hapus
  6. Kayaknya asik juga th mandi di goa hawang .. hhehe

    BalasHapus
  7. Pulau kei indah juga ya, apalagi goa hawang airnya jernih.. hhe

    BalasHapus
  8. sunsetnya indah sekali kak, jadi ingin deh nyba liburan ke sana hehehehe

    BalasHapus