kenapa memulai tulisan itu susah? mungkin karena saya sudah kehabisan kata-kata dan air mata karena drama ini. but in the end i have to write about this epic phenomenal korean drama recently. i want people to know and watch this drama because it is so good. yap, sebagai penggiat drama korea sekaligus blogger, adalah kebahagiaan tersendiri jika orang yang membaca ulasan kita pada akhirnya menoton drama yang sama. bukan begitu sobat halu?


pertama-tama saya mau menyesali dulu kenapa saya nggak nonton selagi drama ini masih on going. atau minimal langsung nonton setelah drama ini tamat. sekarang sudah empat bulan berlalu dan saya baru nonton. bukan karena saya nggak tau dan nggak mau nonton drama ini ketika itu, cuma karena ketiadaan sinyal jadi nggak bisa download. huhu. susahnya hidup di pedalaman T.T setidaknya nggak setelat Reply 1988 yang mana saya nonton setelah dua tahun drama tersebut tayang.


sebenarnya saya agak skeptis sebelum drama ini tayang. kenapa? karena pemeran utama pria-nya yang sudah tua. mau jadi apa kan ya drama romance tapi pemerannya sudah tua. nanti nggak bisa halu maksimal. abis itu pemain lainnya nggak ada yang saya kenal (padahal mereka terkenal), cuma kenal sama Kim Taeri aja. tapi setelah drama ini tayang dan melihat hype-nya k-dramaland saya langsung memutuskan untuk nonton juga.


Berbagai kontroversi menerpa, Mr Sunshine tetap shines like sun!

setelah saya membaca beberapa artikel, ternyata drama ini juga menuai beberapa kontroversi.
pertama adalah rentang waktu kedua pemain utama yaitu ajusshi Lee Byung Hun dan eonni Kim Tae Ri yang terpaut hampir DUA PULUH TAHUN! dan jujur aja, saya juga salah satu yang menganggap tabu kalau mereka pada akhirnya harus menjalin cinta.
kedua, karena drama ini tidak sesuai dengan sejarah yang ada. menurut pemirsa drama korea di Korea drama ini terlalu imajinatif dan cenderung fantasif.
ketiga, kisah penjajahan Jepang di Korea yang sadis tentu membuat banyak permirsa di negeri ginseng itu merasa risih dan tidak nyaman. apalagi hubungan Jepang-Korea sampai saat ini pun masih awkward. gimana kalau drama ini memicu perseteruan dua negara ini?

Rating yang fantastis!

terlepas dari semua kontroversi tersebut drama ini sukses sejak pertama kali penayangan. episode pertama Mr. Sunshine tembus 8.85% dan langsung menduduki posisi Premier Drama dengan Rating Tertinggi. nggak cuma sampai situ, episode terakhir Mr. Sunshine tembus rating 18.12% di seluruh Korea. dengan rating rata-rata 12.95% Mr. Sunshine berhasil menduduki peringkat ketiga drama tvN dengan rating tertinggi setelah Goblin dan Reply 1988. perlu diingat kalau tvN ini tv kabel ya, untuk dapat rating 5% aja susah cyin. applause lagi buat tvN *prok prok prok*

Budget produksi yang nggak kalah fantastis!

drama 24 episode ini juga ditayangkan resmi di Netflix dan bisa ditonton oleh pemirsa di seluruh dunia. jadi wajar aja kalau mereka rela menghabiskan 30M KRW atau setara dengan 387 miliar rupiah untuk memproduksi drama ini. wow! fantastis bukan? jadi bisa dibilang kalau drama ini tuh representasi dari dunia per-dramakorea-an kepada seluruh dunia. jadi harus bagus gitu. 

banyak amat itu duit ke mana aja? yang pasti buat ngeset lokasi, syuting di berbagai tempat di korea, properti yang seabreg, kostum cantik dari berbagai negara, honor aktor, figuran dan staf yang jumlahnya menapai 10.000 orang dan lain-lain. kalau sobat halu nonton drama ini pasti akan langsung paham. everything in this drama is aesthetically beautiful. 


Sinematografi setara film layar lebar

sejauh ini saya nonton drama korea sinematografinya bagus-bagus semua. tapi drama Mr. Sunshine ini luwar biayasah. saya nggak mau ngomong panjang lebar. cukup klean lihat gambar-gambar di bawah!







itu semua apa kalau bukan master piece?


Jalan cerita yang nggak biasa

apa sih yang sobat halu harapkan dari sebuah drama sejarah/sageuk? paling juga ceritanya tentang perebutan tahta kerajaan, perang antar dinasti, atau malah perjodohan antara pangeran dan anak bangsawan.

jujur aja nih ya, jujur saya baru dua kali nonton drama sageuk dan alasan saya nonton bukan karena penasaran sama ceritanya. tapi karena aktor yang mainnya. seperti drama Moonlight Drawn by Clouds yang saya tonton karena ada Park Bogum-nya dan Hwarang yang saya tonton karena ada Kim Taehyung-nya T . T

ini adalah kali pertama saya noton drama sageuk murni karena penasaran sama kisahnya yang katanya wanjon daebak itu.

berlatar waktu pada tahun 1871, yaitu ketika tentara Amerika melakukan ekspedisi Shinmiyangyo ke Joseon (waktu itu namanya belum Korea). episode pertama dan kedua agak pe-er nih nontonnya. pasalnya dua episode tersebut adalah kilas balik atau bisa dibilang adalah asal muasal kisah dari setiap tokoh dalam drama ini. belum lagi pengenalan setiap tokoh di dalam drama yang dibuat sangat cepat. susah banget tuh nginget wajah mbah-mbah di drama ini. hampir semuanya sama, pakai hanbok, rambut warna putih dan jenggotnya panjang. jadi susah bedain mana mbah yang baik mana mbah yang jahat :(

episode awal drama sejarah/sageuk itu sangat krusial. kalau kita kelewatan detil yang kecil, bisa-bisa sampai ending masih bertanya-tanya: "loh kok gitu?" itu saya sih ya, karena saya sangat menyukai sejarah. fyi, waktu SMA pelajaran favorit saya adalah sejarah. tapi saya terpaksa masuk IPA karena nggak suka ekonomi :( tapi, jikalau sobat halu nggak suka-suka amat sama sejarah dan hanya ingin menikmati drama ini akan tetap nyambung kok. soalnya di pertengahan episode diliatin lagi kisah baik sepotong-sepotong cuma untuk mengingatkan penonton aja.


balik lagi ke tahun 1871. setelah 500 tahun sejarah Joseon, Amerika dengan kapal perangnya meminta ijin untuk menjelajahi Ganghwa. namun Joseon menolak dan memilih untuk berperang.  Joseon saat itu dipimpin oleh Gojong yang masih sangat muda, tidak kompeten dan hanya menuruti kemauan para penasehatnya. akibatnya ratusan korban jiwa berjatuhan, termasuk salah seorang ayah yang anaknya di kemudian hari memutuskan untuk menjadi pemberontak karena menaruh dendam pada negara.

pada masa itu di Joseon, masih berlaku sistem perbudakan. seorang nobi (budak) kecil berusia 9 tahun, Choi Yu Jin, harus melarikan diri dari rumah tuannya setelah ayahnya dipukuli hingga tewas dan ibunya menenggelamkan diri di sumur.

dedek ini walopun cuma keluar bentar tapi aktingnya *tepuk tangan*

ia berlari selama berhari-hari hingga sampai ke tempat pengrajin tembikar. pengrajin yang ternyata adalah orang penting tersebut, menitipkan Yu Jin kecil kepada misionaris dan berhasil melarikan diri ke Amerika dan menjadi orang Amerika seutuhnya. dan mengubah nama menjadi Eugene Choi. 


Eugene di Amerika, saking miskinnya kagak mampu beli gunting buat motong rambut :(

fast forward tiga puluh tahun kemudian. Eugene Choi kembali ke Joseon sebagai seorang tentara Amerika yang ditugaskan untuk melindungi legasi Amerika di Joseon. dalam tugasnya tersebut ia jatuh cinta kepada Go Ae Shin, seorang gadis bangsawan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Joseon dengan menjadi anggota Pasukan Kebenaran. 


Karakter dan kisah cintanya masing-masing


Lee Byung Hun as Eugene Choi


Choi Eugene diperankan oleh ajushi Lee Byung Hun. ajushi ini katanya terkenal dan udah sering main film Hollywood, tapi saya sama sekali belum pernah nonton film atau dramanya beliau. :(

awalnya saya termasuk orang yang menolak ajushi ini karena jarak umurnya dengan Kim Tae Ri yang hampir 20 tahun. tapi di pertengahan episode saya malah jatuh kesengsem sama karakter Eugene. huhu

ajusshi kalo senyum jangan manis-manis. nanti aku salah sangka :(

pertemuan pertama Eugene dan Ae Shin aja udah nggak biasa. plis plis jangan bayangin mereka tabrakan di jalan terus ada barang yang tertukar gitu. karena drama ini nggak tayang di S*TV.

pada hari pertama tugasnya di Joseon, Eugene bertemu dengan seorang penembak jitu yang ternyata memiliki misi yang sama dengannya. namun siapa sangka penembak jitu tersebut adalah seorang perempuan bangsawan bernama Go Ae Shin?


dengan kekuasaannya ia berkali-kali memanggil Ae Shin ke legasi Amerika dengan kedok interogasi. padahal mah mau pdkt.

tokoh Eugene punya cara sendiri untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada Ae Shin, bukan dengan kata-kata dan perbuatan manis seperti yang dilakukan Hui Seong tetapi dengan kejujurannya.

dia dan perasaannya itu nggak pernah berbeli-belit. kalau rindu ya bilang rindu, kalau bilang mau jagain ya jagain.

nggak kayak Gu Dong Mae, yang nggak bilang apa-apa tapi Ae Shin pergi ke Jepang tetep dikejar. Ae Shin-nya gak bakal tau perasaanmu kalau kamu dia aja Boss! (maap emosi)

Kim Tae Ri as Go Ae Shin


Go Ae Shin diperankan oleh aktris muda berbakat Kim Tae Ri. meskipun ini merupakan debutnya dalam drama, namun ia sudah pernah membintangi film. salah satunya yang saya tahu adalah The Handmaiden. ia pun berhasil meraih berbagai penghargaan dengan film tersebut.

jadi aktingnya dia ini nggak perlu diragukan lagi. meskipun harus beradu akting dengan ajushi Lee Byung Hun, tetapi sama sekali tidak terlihat kecanggungan. mulus dia mah mulusss aktingnya :(

pertama kali karakter Go Ae Shin diperkenalkan dalam drama ini saya langsung mbatin, "ini mah Kartini-nya Korea." kenapa? karena ia merupakan anak bangsawan yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

kakeknya yang khawatir Ae Shin akan berakhir seperti kedua orang tuanya menentang habis-habisan sikap Ae Shin tersebut. tapi dasarnya kakek-kakek yang sayang sama cucunya, ia malah memngutus seorang pemburu untuk mengajari Ae Shin cara menembak.

di hari pertama Ae Shin menjalankan misinya sebagai anggota pasukan kebenaran, ia tidak menyangka akan bertemu sesama penembak dengan misi yang sama. tanpa pikir panjang ia pikir penembak tersebut adalah rekan seperjuangannya. namun ternyata ia adalah  seorang tentara Amerika bernama Eugene Choi.

merasa bahwa Eugene adalah rekan seperjuangannya, tanpa ragu Ae Shin mengajaknya melakukan "LOVE" yang ia tidak ketahui artinya. ini ceweknya baru tahu satu kata bahasa inggris pingin langsung praktek aja padahal nggak tau artinya. untung artinya bagus hmm. keder kan dia pas akhirnya tahu artinya love. hahaha

akhirnya mereka pun melakukan love sesuai dengan arahan Eugene. berkenalan adalah langkah pertama untuk melakukan love. 



ketika pada akhirnya Ae Shin menyadari arti kata love ia pun melakukan langkah berikutnya tanpa ragu, yaitu hug atau berpelukan. lagi lagi dia langsung praktekin kata-kata bahasa inggris yang baru ia pelajari. sungguh siswa yang rajin ya Ae Shin ini.


setelah berpelukan apa lagi buibu? hah kisseu? jangan ngarep ya di drama ini mereka paling banter cuma pelukan doang T .T tapi entah kenapa rasa cinta keduanya malah terlihat tulus dan tidak kurang membuncah-buncah. apalagi ketika mereka mengetahui rindu yang menyiksa adalah ganjaran dari love.

"bogoshipposo"
kebahagiaan pasangan ini pun sangat sederhana seperti berjalan berdampingan,


duduk berdampingan


mereka bahagia selama mereka selalu berdampingan.

Ae Shin ini contoh dari karakter drama korea yang kita semua nggak akan bisa relate. udah mah cantik, putri bangsawan, suka membela negara dan dicintai tiga pria tampan sekaligus.

satu yang amat saya suka dari aktinya Kim Tae Ri sebagai Go Ae Shin ini. kalau nangis total! tangisan Go Ae Shin itu lebih dari sekedar air mata mengalir di pipi. kita jadi kayak ngaca gitu karena otomatis bakal ikut nangis bareng dia T . T

kalo orang jawa bilang "njuwewek"


Yoo Yeon Seok as Gu Dong Mae


ini kali pertama saya nonton dramanya Yoo Yeon Seok oppa. dan saya lansung jatuh cinta pada pandangan pertama. nggak paham lagi akutu sama Gu Dong Mae ini. napas aja ganteng!


entah dari episode berapa saya akhirnya memutuskan untuk menjadi #TimGuDongMae, layaknya saya menjadi #TimJungHwan di drama Reply 1988. Gu Dong Mae ini yang menurut saya kisahnya paling tragis. 

terlahir sebagai anak seorang jagal, Gu Dong Mae semasa kecilnya selalu diremehkan. Gu Dong Mae melarikan diri setelah ibunya membunuh seorang warga yang mencoba untuk memerkosanya. ia diselamatkan oleh perempuan bangsawan kecil yang membawanya masuk ke tandu. iya Go Ae Shin lah orangnya. 


tapi bukannya terimakasih dia malah ngatain Ae Shin "bangsawan bodoh yang hidup mewah", emang ya dari kecil udah suka ngomong lain di bibir lain di hati. sampai gede pun ia masih nggak bisa mengekspresikan rasa cintanya ke Ae Shin dengan benar.

karena itu dia lebih suka caper tapi tetep sok cool gitu di depan Ae Shin. tapi Ae Shin malah jiper lihatnya. makanya, kalau cinta mah bilang aja Boss, jangan malah narik-narik rok cewek di depan umum. kagak sopan!


iya sih kalau suka cewek itu baiknya langsung ditembak aja. tapi nggak pakai senapan juga Boss!


cewek mana yang nggak marah kalau rambut indahnya dipangkas pendek? pakai pedang pula!


tapi percayalah wahai pemirsa semua itu Gu Dong Mae lakukan untuk kebaikan Ae Shin. dia ini ada yang ngatain Ae Shin di jalan, nggak pakai ba bi bu langsung ditebas pakai pedang loh. sedihnya Ae Shin malah memandang itu sebagai perbuatan jahat. T . T

Byun Yo Han as Kim Hui Seong


Byun Yo Han, memerankan karakter Kim Hui Seong. seorang pemuda bangsawan yang lama tinggal di Jepang. ia enggan pulang ke Joseon karena kakeknya terus memaksanya untuk menjadi pejabat lewat jalur KKN (kolusi korupsi dan nepotisme). ia akhirnya memutuskan kembali ke Joseon setelah ibunya yang tanpa lelah mengirimi telegram dan menyuruhnya pulang. bukan hanya itu, ayahnya bahkan mendatangi ia lewat mimpi dan menyuruhnya pulang.

sampainya di Joseon, bukannya pulang ke rumah orang tuanya ia malah menginap di hotel dan main judi. gini nih kelakuan anak bangsawan jaman dulu.  tapi gak papa, dia cakep. 


setelah itu, bukannya menemui kedua orag tuanya, dia malah langsung nyamperin tunangannya. yang tidak lain dan tidak bukan adalah Go Ae Shin. biasalah bangsawan jaman dulu suka banget ngejodoh-jodohin anak mereka, bahkan sebelum lahir. 

Kim Hui Seong yang tadinya nggak berekspektasi apa-apa sama tunangan yang dia tinggalin selama bertahun-tahun akhirnya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama setelah ngintipin Ae Shin jemur baju.


untung dia ini adalah lelaki yang punya inisiatif. dia langsung bawa bunga padahal belum tahu rupa tunangannya itu seperti apa. tipa-tipe pacar yang bisa bikin cewek-cewek bahagia karena keromantisannya.  


sayangnya cintanya tersebut tidak terbalas karena Ae Shin sudah terlanjur cinta sama Eugene. puk puk Hui Seong, sama aku aja mau nggak?

di episode awal kehadiran Hui Seong ini menghibur banget. karakternya yang periang dan humoris jadi penengah hubungan Eugene dan Gu Dong Mae yang sepaneng abis.

Kim Min Jung as Hina Kudo


sumpah saya baru tahu kalau Sinichi Kudo alias Detektif Conan udah mati dan jandanya itu bukan Ram Mouri tapi malah mbak Hina Kudo ini. hahaha gak lucu!

iya pokoknya gitu, mbak Hina Kudo ini cantik-cantik ternyata udah janda. untung mendiang suaminya itu kaya, jadi deh mbak Hina Kudo ini punya hotel yaitu Hotel Glory. tempat di mana Eugene dan Hui Seong menginap.

dari sekian banyak tamu hotelnya, kenapa juga mbak Hina harus naksinya sama Eugene? jadi bertepuk sebelah tangan kan! nggak sampai situ aja, mbak Hina ini pas udah berhasil move on dari Eugene, pria yang disukainya malah pergi dan nggak pulang-pulang.


makanya mbak, pas dia masih ada tuh dijaga dan disayang. pas dia udah pergi nyesel kan lu. :(

Akhir cerita yang " Yo Wes Lah"

bapak-bapak, ibu-ibu, ini tuh drama sejarah yang mengisahkan penjajahan Jepang di Korea. berharap apa klean semua? ending manis di mana semua karakternya live happily ever after

saya juga maunya gitu! cuma apalah daya, kuasa ada di tangan writernim. kita hanya bisa menanggung luka dan baper yang diakibatkan oleh ending yang nggak mikrin hati pemirsa sadayana. 

empat episode terakhir Mr. Sunshine penuh dengan darah dan air mata. saya sampai pusing karena kebanyakan nangis. T . T

aku ketika nonton ending Mr. Sunshine
tapi yang saya suka dari ending yang nggak bahagia ini justru saya jadi sadar, bahwa nggak semua kisah cinta harus berakhir bahagia. akhir yang sengsara pun merupakan wujud dari cinta.

Deretan Soundtrack yang bikin makin pedih 

yas belakangan setiap nonton drama korea saya nggak hanya fokus sama cerita dan akting para pemerannya, tapi juga sama soundtrack-nya. dan Mr. Sunshine ini soundtrack-nya bagus semua nggak ada yang jelek. :(

Days Without Tears, Kim Yuna

didominasi lagu ballad yang mengoyak-ngoyak hati, soundtrack-soundtrack Mr. Sunshine berhasil menambah 82.45% kepedihan pada setiap adegannya. dan salah satu lagu pertama yang saya notice adalah Day Without Tears yang dinyanyikan oleh Kim Yuna. lagu yang menjadi back song adegan Gu Dong Mae narik roknya Ae Shin. sumpah itu tangan kesenggol rok aja bisa bikin bulu kuduk berdiri. *merinding*



See You Again, Baek Ji Young

"neomu na appaso~"
lagu kedua favorit saya. menjadi lagu yang diputar di belakang tiap adegan sedih Eugene dan Ae Shin :(


lagu lainnya bisa sobat halu dengankan di 미스터 션샤인 Mr. Sunshine OST. jangan didengerin kalau lagi sedih. nanti malah makin sedih T . T

Siapa dalang di balik semua ini?

siapa yang nonton drama tanpa peduli dengan penulis skenarionya? saya! saya itu. sejauh ini mana pernah saya nonton drama karena penulis skenarionya. alasan saya nonton drama paling banter kalau bukan karena pemerannya cakep ya karena pemerannya CAKEP BANGET!  hahaha

drama ini juga sesugguhnya, saya nggak tau kalau ternyata penulis skenario Mr. Sunshine adalah orang yang sama dengan yang menulis Goblin dan Descendant of The Sun. yaitu Kim Eun Sook. baru tahu setelah selesai nonton dan baca beberapa artikel.

dan saya pun akhirnya tahu bahwa sutradara Mr. Sunshine juga adalah sutradara Goblin dan Descendant of The Sun. ajusshi Lee Eung Bok. pantes gitu drama ini dinantikan oleh banyak orang. 

selamat anda berdua telah berhasil mengobrak-abrik hati saya yang rapuh ini. :)

pesan terakhir saya kalau klean belum nonton drama ini karena takut menghadapi ending yang pedih. jangan tunda lagi. nonton lah segera. karena kapanpun kalian nontonnya, dijamin akan tetep patah hati dan baper juga. 

sekian dan

see you again
sumber gambar: @CJnDrama

11 Komentar

  1. uuuh... jadi pengen nonton... baca tulisan dan liat foto2nya aja udah ngaduk2 perasaan banget... (dasar aku cengeng ;v)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak ini emang dramanya bikin siapapun yang nonton jadi termehek-mehek. pokoknya sipain tisu yang banyak kalau nonton ini!

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. untuk review dramanya lengkap. Bahkan untuk latar belakang adegan film lebih berbobot setara dengan film bioskop. Tak disangka klo film drama korea ini lumayan juga. Namun maaf karena endingnya sedih. saya ga berani nonton :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu juga yang saya takutkan awalnya mbak. takut nggak kuat menahan perihnya ending drama ini. cuma karena penasaran banget jadi ya tetep nonton.
      dan setelah nonton saya sadar, percuma nunda nonton drama ini. karena mau nonton sekarang ata kapanpun. rasa perihnya akan sama T . T

      Hapus
  4. Wah jadi penasaran tapi kapan ya busui bisa santai nonton, makasih review nya kak salam kenal yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan ya? kurangtau juga karena belum pernah mengalami ^^

      kapan pun itu drama ini wajib hukumnya buat ditonton mbak. drama ini nggak akan basi meski ditonton beberapa tahun lagi kok :))

      salam kenal. salam juga buat dedek bayinya ^^

      Hapus
  5. Sejak selesai nonton ini, aku tuh jadi bosan nonton dram lainnya hahaha.
    Karena ini baguusss bangettt jadi drama lain kayak boring HAHAHA
    Harus ada jeda waktu dulu kali yaa biar sanggup mendrama lagi wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya efek samping pati dari menonton drama ini adalah tidak bisa move on sis. baper aja terus huhu

      terimakasih sudah mengoarkan keelokan drama ini sis. aku jadi penasaran dan nonton juga akhirnya. dan nggak nyeseeeel T . T

      Hapus
  6. Sebenernya kalau nonton Mr. Sunshine paling dapet moral valuenya. Pertama, ke manapun mereka pergi dan diperlakukan istimewa di negara lain pada akhirnya mereka juga bakal berkorban buat negara sendiri, kayak Eugene Choi dan Gu dong Mae.
    Kedua, jurnalis punya peran penting banget ya ternyata di jaman dulu. Kayak Joseon yang lagi di jajah dan pengen seluruh dunia tau kekejaman Jepang.
    Adegan paling sedih tuh waktu Ae Shin nangis pengasuhnya meninggal dan mau ditembak tentara Jepang, tapi semua rakyat yang di situ mengorbankan nyawa buat melindungi Ae Shin. Itu bikin nangis sampai sekarang, rakyatnya loyal banget.
    Yang terakhir, soundtrack lagunya Seojong Gugudan, Baek Ji Yeon sama Suhyun Akmu super melow banget.
    Duh aku mampir ke sini karena Korea terus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak pean moralnya ada bbuwanyaak. yang paling buat aku terkesan dari drama ini adalah, semua cowok yang mencintai ae shin nggak cuma mencintai ae shin aja. tapi juga mencinta apa yang diperjuangkan oleh ae shin.
      tadinya aku nggak yakin sm karakter huiseong karena dia kayak yang selow banget, tapi ternyata dia juga punya senjata untuk menyerang dan bertahan. dan yang paling bikin terharu dia diem aja pa digebukin jepang dan kekeuh tetap merahasiakan korannya.
      saya juga nangi bombai pas adegan itu mbak. apalagi lihat rakyat joseon tanpa ragu bikin benteng buat ngelindungi ae shin. tumpah air mata saya T . T
      lagunya suhyun yang suka diputer di belakang adegan romantis eugene-ae shin ^^
      makasih udah mampir mbak :)))

      Hapus